Disusun oleh :
Ciara Amalina Adani (11215501)
Meutia Nabila Hawa (14215150)
Putri Tunjung Sari (15215464)
Risa Pratiwi (16215048)
4EA23
ANALISIS JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL
Judul : ANALISIS
FLUKTUASI VALUTA ASING RP/USD PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME EKSPOR DI SULAWESI
UTARA
Penulis : Trivena Fristy Bakampung ( Universitas Sam Ratulangi Manado)
1.
Variabel
VARIABEL X :
VALUTA ASING
VARIABEL Y :
VOLUME EKSPOR
2. Metode
Penelitian
2.1 Jenis dan
sumber data Sumber Data
Jenis
penelitian ini mengunakan data kuantitatif sedangkan jenis data yang digunakan
adalah data deret waktu (Time series) yang dalam hal ini penulis bekerja sama
dengan pihak pemerintah Sulawesi Utara yaitu instansi terkait seperti Badan Pusat
Statistik Sulawesi Utara dan Bank Indonesia Sulawesi Utara.
2.2 Jenis Data.
Data
primer : data hasil wawancara berupa tanya jawab
langsung dengan Kepala Kantor Bank Indonesia Sulawesi Utara.
Data
sekunder : data dari lembaga pengumpul data dan kepustakaan
terutama data kualitatif yang terdiri
dan satu variabel terikat yaitu kurs dan satu variabel bebas yaitu nilai
ekspor. Data sekunder ini bersumber pada Bank Indonesia (BI) dan
beberapa pustaka lainnya.
3. Metode
Pengumpulan Data
Metode
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.
Penelitian lapangan (Field Research)
Penelitian
data secara langsung dengan mengadakan penelitian terhadap objek yang diteliti
untuk memperoleh data primer, dengan melakukan:
a. Observasi,
b. Wawancara,
2. Penelitian
Kepustakaan (Library Research)
Data
ini diperoleh melalui buku-buku, tulisan ilmiah, serta referensi lainnya yang
menyangkut masalah yang berhubungan dengan penelitian ini.
3. Media
elektronik
Metode
pengumpulan data yang dilakukan lewat media elektronik berupa jaringan
internet, dengan melakukan penelusuran situs google.
4.
Alat
analisis
Alat
analisis yang digunakan dalam skripsi ini adalah model regresi sederhana dengan
metode Ordinary Least Square (OLS).
Model ini akan memperlihatkan hubungan dan pengaruh antara variabel bebas dan
variabel terikat. Ekspor merupakan variabel terikat sedangkan fluktuasi valuta
asing, dinyatakan sebagai variabel bebasnya. Berdasarkan teori yang ada
sebelumnya ekspor merupakan fungsi dari fluktuasi valas yang dinyatakan sebagai
berikut :
Ek
= f(Kurs) ................................. (3.1)
Kemudian
persamaan (3.1) dibuat menjadi persamaan (3.2) sebagai berikut:
Ek
= β0 + β1 Kurs-μi .……………………… (3.2)
Bentuk
dari persamaan (3.2) kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma ganda
agar koefisien regresinya dapat dibaca dalam konsep elastisitas atau perubahan
presentase. bentuk persamaannya menjadi sebagai berikut ini:
lnEk
= β0 + β1 lnKurs -μi.……………………… (3.3)
Dimana:
Ek = Ekspor (Ribu USD)
β0
= Konstanta
Kurs
= Kurs (Ribu USD)
β1
= Parameter yang akan ditaksir memperoleh
gambaran tentang hubungan setiap variabel bebas terhadap variabel terikat.
μi = Eror Term
Untuk
mencari β nilai α sebagai berikut:
Β
=
Y
= Y-β x
Dimana:
Y
= 
x
=
x
= X-x
y=
Y-y
ket;
n=
banyak data
Untuk
mengetahui besar standar eror digunakan rumus:
Sβ= 
Dimana
s =
Rumusan
sebelumnya digunakan perhitungan dalam pengolahan dan analisis data pada
penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program eviews 5.
5.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Deskripsi
Sulawesi Utara
Provinsi
Sulawesi Utara mempunyai 15 Kabupaten kota yakni Kabupaten Bolaang Mongondow,
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur,
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten
Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa
Utara, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Kota Manado dan Kota Tomohon.
Perkembangan
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Valuta Asing (USD)
Tabel 2 Kurs
Tengah USD Terhadap Rupiah Di Bank Indonesia (Ribu USD)
|
Jenis Valuta
|
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
2011
|
2012
|
|
USD
|
8.465
|
9.290
|
9.830
|
9.020
|
9.419
|
10.950
|
9.400
|
9.050
|
8.991
|
9.760
|
Sumber: Bank
Indonesia Cabang Manado
Tabel 2
menunjukkan pada tahun 2003 nilai kurs Rp/USD sebesar Rp8.465 dan mengalami
depresiasi yang cukup tajam pada tahun 2008 yaitu sebesar Rp10.950 di
bandingkan tahun 2004-2007. Sedangkan pada tahun 2009, 2010 dan 2011 terus
mengalami apresiasi sebesar Rp9.400, Rp9.050 dan Rp8.991 dan kembali mengalami
depresiasi pada tahun 2012 yaiu sebesar Rp9.760.
Perkembangan
Ekspor Di Sulawesi Utara
Ekspor
sektor migas terdiri dari minyak bumi dan hasil minyak, LNG (Liquid Natural
Gas), LPG (Liquid Petroleum Gas) dan lain sebagainya. Sedangkan ekspor
komoditas non migas terpusat pada tiga kelompok yaitu barang manufaktur,
komoditas pertanian dan komoditas pertambangan. Yang termasuk kelompok barang
manufaktur adalah tekstil, kayu, produk kayu, kertas, produk elektronik, minyak
kelapa sawit, kerajinan tangan, dan produk kimia. Komoditas pertanian antara
lain meliputi hewan dan hasil hewan lainnya seperti ikan tuna, sapi, udang,
tumbuhan seperti : karet alam, coklat, lada, kopi, tembakau, cengkeh,
rempah-rempah, kopra dan lain sebagainya, sedangkan yang tergolong dalam
komoditas pertambangan non migas dalah tembaga, emas, timah, nikel, aluminium
dan hasil tambang lainnya.
Tabel 3 Volume
Ekspor Non Migas Menurut Kelompok Barang Di Sulawesi Utara (Ribu USD)
|
Tahun
|
Volume Ekspor
|
|
2003
|
332.177
|
|
2004
|
506.390
|
|
2005
|
940.568
|
|
2006
|
620.589
|
|
2007
|
934.254
|
|
2008
|
782.485
|
|
2009
|
666.990
|
|
2010
|
609.400
|
|
2011
|
632.967
|
|
2012
|
920.578
|
Sumber: Bank
Indonesia Sulawesi Utara (Data diolah)
Tabel 3,
menggambarkan volume ekspor Non Migas Sulawesi Utara Dari Tahun 2003-2012
mengalami Fluktuasi. Dimana pada tahun 2003-2005 volume ekspor mengalami
peningkatan yaitu 332.177, 506.390 dan 940.568. Pada tahun 2006 menurun dengan
tajam yaitu 620.589 dan kembali meningkat pada tahun 2007 yaitu934.254. Dan
kembali menurun pada tahun 2008-2010 yaitu 782.485, 666.990, dan 609.400.
Sedangkan pada tahun 2011-2012 kembali meningkat yaitu sebesar 632.967 dan
920.578.
5.2 Pembahasan
Hasil
analisi data
Untuk
mendapatkan hasil regresi antar variabel independen (Fluktuasi Valas), dan
variabel dependen (Volume Ekspor) maka digunakan data sekunder yang bersumber
dari Bank Indonesia tahun 2003 sampai 2012. Data sekunder tersebut
diestimasikan dengan analisis regresi berganda seperti yang sudah dijelaskan
pada bab sebelumnya, dan diolah menggunakan program Eviews 5.0 un tuk uji t,
uji F, uji R2 sampai dengan uji asumsi klasik. Dari hasil regresi dapat
dibentuk model estimasi sebagai berikut:
LogVE = -16,02054472+3,216825641LKURS
Standar eror = (11,01032) (1,203502)
t-statistik =
(2,672888)**
R2 =0,471750
F-Statistik = 7,144333 D-W stat = 1,750406
Interpretasi
model
Berdasarkan
hasil regeresi di atas dapat dijelaskan pengaruh variabel independen yaitu
Fluktuasi Valas RP/USD, terhadap Volume Ekspor sebagai berikut:
Pengaruh perubahan
Fluktuasi Valas terhadap perubahan Volume Ekspor
Tingkat
Fluktuasi Valas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Volume Ekspor. Hal
ini ditunjukkan oleh koefisien regresi Tingkat Fluktuasi Valas yaitu sebesar
3.216825641. Artinya setiap Tingkat Valas mengalami kenaikan sebesar 1% maka
Volume Ekspor akan naik sebesar 3,22%, ceteris paribus.
Uji Kesesuaian
(Test of Goodness of fit) Uji Secara Individual (Uji T)
Uji
t-statistik dilakukan untuk menguji apakah kurs secara parsial berpengaruh
nyata terhadap volume ekspor.
1. Kurs
a) Df = 10-2-1
=
7
α = 5%
b) T-tabel =
1.894579, T-hitung = 2.672888
Berdasarkan
data tersebut dapat diketahui bahwa t-hitung>t-tabel (2.672888>1.894579).
Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak. Dengan ditolaknya Ho, maka perubahan
tingkat kurs mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik pada tingkat
kepercayaan 95% (α=5%) terhadap perubahan volume ekspor.
Koefisien Determinasi
(R2)
Hasil
regresi diketahui bahwa nilai R2 adalah 0.471750, yang berarti variasi dari
perubahan tingkat kurs mempengaruhi perubahan volume ekspor sebesar 47.17%.
Sedangkan sisanya (52.83%) dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak
dimasukkan dalam model seperti, jumlah uang beredar, jumlah produksi komoditi
yang diekspor, dan tingkat suku bunga.
Pengujian
Asumsi Klasik
Pengujian
yang dilakukan dalam model antara lain: uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas,
uji autokorelasi.
·
Uji Heterokedastisitas
Uji
Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi
ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
Jika varian residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut
Homokesdasitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Metode yang
digunakan untuk mendeteksi adanya Heteroskedastisitas pada penelitian ini
adalah pengujian White. Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan bantuan
program komputer eviews dan diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4. Hasil
Uji Heteroskedastisitas

Tabel 4 diketahui
bahwa koefisien determinasi (R2) sebesar 0.373265 Nilai Chi-squares hitung
sebesar 3.732648 yang diperoleh dari informasi Obs*R-squared (jumlah observasi
dikalikan dengan R2). Nilai kritis nilai Chi-square (Ҳ2) pada α= 1% dengan df
sebesar 2 adalah 9.210. Karena nilai Chi-squares hitung (Ҳ2) lebih kecil dari
nilai kritis Chi-squares (Ҳ2) maka dapat disimpulkan tidak ada masalah
heteroskedastisitas.
·
Uji Autokorelasi
Mendeteksi
masalah autokolerasi digunakan Uji Lagrange Multiplier. Jika nilai Chi-squared
hitung χ2 < dari nilai kritis Chi-squared χ2, maka model estimasi tidak
terdapat autokolerasi. begitu pula sebaliknya jika nilai Chi-squared hitung χ2
> dari nilai kritis Chi-squared χ2, maka model estimasi terdapat
autokolerasi.
Tabel 5. Hasil
Uji Autokorelasi

Hasil
regresi tersebut dapat dilihat nilai koefisien determinasinya (R2) sebesar
0.909724. Nilai chi squares hitung (x2), sebesar 9.197240sedangkan nilai kritis
(x2) pada α = 1% dengan df sebesar 2 karena nilai chi squares hitung (x2) <
dari pada nilai kritis chi squares (x2), maka dapat disimpulkan model tidak
mengandung masalah autokorelasi. Hasil analisis dan interpretasi sebelumnya,
fluktuasi valuta asing dan ekspor memegang peran penting dalam kegiatan
perdagangan internasional. Jika terjadi fluktuasi nilai tukar yang cukup lebar
maka harga barang – barang ekspor tidak dapat diprediksikan sedangkan bagi
setiap negara ekspor akan menghasilkan devisa yang akan digunakan untuk
membiayai impor bahan baku dan barang modal yang diperlukan dalam proses
produksi yang akan membentuk nilai tambah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar