Nama :
Risa Pratiwi
Kelas : 3EA23
Judul Iklan : Review Iklan Oreo Ice Cream
Orange
Video/foto iklan produk :
Review :
Iklan Oreo Ice Cream Orange diperankan
oleh dua orang anak kecil dengan gender keduanya perempuan dengan tambahan
seorang narrator. Afika adalah salah satu nama actor dalam iklan Oreo Ice Cream
Orange yang mampu menjalankan perannya dengan sangat baik. Iklan
berdurasi 30 detik ini mampu melaksanakan kelima tugasnya sebagai fungsi-fungsi
iklan menurut Shimp (2003). Fungsi fungsi tersebut meliputi Informing atau
pemberitahuan kepada pihak konsumen bahwa terdapat produk baru dari Oreo.
Fungsi kedua adalah persuading atau membujuk konsumen untuk mencoba varian rasa
terbaru dari Oreo Ice Cream Orange. Selanjutnya adalah reminding, fungsi ini
adalah sebagai penyegar ingatan masyarakat bahwa produk Oreo yang sudah lebih
dulu exsis masih ada dan mampu memberi varian rasa yang baru. Adding value dan
assisting adalah memberi nilai tambah pada produk dan mendampingi produk
tersebut untuk meningkatkan penjualan sebagai salah satu tujuan utama iklan
komersiil ini dibuat.
Salah
satu sifat iklan (dalam Satriojati, 2007) yang dominan dalam iklan Oreo Ice
Cream Orange adalah kemampuan ekspresi yang kuat, sehingga mampu memberikan
trendsetter dengan gaya bicara actor yang polos sebagai anak anak. Dengan
target audiens yaitu anak anak dan orang tua, iklan ini dikemas dengan rapi dan
terstruktur. Tanpa menggunakan kata kata yang berbelit dalam naskah iklan
tersebut telah mencerminkan bahwa iklan Oreo Ice Cream Orange ini
merupakan iklan dengan konten komunikasi yang effektif dan imajinatif. Selain
itu dengan public presentation, iklan Oreo Ice Cream Orange juga mampu
menawarkan standardisasi kepada audiens dengan fantasi naskah iklan tersebut.
Hal ini dapat dibuktikan dengan kata “nanti dingin loh” oleh salah satu actor
kecil. Dengan kata tersebut bayangan dari deskripsi ini akan membawa audien
berimajinasi tentang rasa dingin yang dimaksud. Selain itu masih ditegaskan
oleh suara narrator yang lagi mengajak audien untuk merasakan dinginnya Oreo
Ice Cream Orange.
Berdasarkan tujuan dari iklan secara umum, iklan dibuat untuk menyadarkan
audiens tentang informasi baru yang diberikan dari perusahaan selaku produsen
kepada anak anak atau orang tua sebagai konsumen. Selain itu menumbuhkan rasa
suka, dan meyakinkan audiens terhadap produk yang diiklankan. Dalam hal ini
iklan Oreo Ice Cream Orange telah berhasil membawa tugas dari tujuan adanya
iklan melalui media. Hal ini dapat dibuktikan dengan naiknya penjualan Oreo Ice
Cream Orange pada awal bulan iklan ini di release.
Secara umum, inilah iklan komersiil yang kreatif, dan mampu menjalankan
perannya baik dalam fungsi maupun tujuan iklan ini dibuat. Dengan kreatifitas
yang berasal dari Tim pembuat iklan tersebut mampu mengkonversi naskah iklan
menjadi lebih “menjual” pada konsumen dengan trensetter “afikaa”. Kini
saat berbicara tentang Oreo maka sosok Afika tidak mendukung naskah iklan dan
membuatnya menjadi lebih hidup. Tanpa pemilihan actor yang tepat, maka iklan
Oreo Ice Cream Orange ini tidak akan sempurna.
Namun negatifnya iklan ini adalah, apabila dilihat dari sisi edukasi,
iklan ini kurang benar dalam hal moral, karena makanan yang sudah di jilat di
keluarkan lagi dari mulut, dan ternyata dimasukan ke dalam gelas berisi susu
yang kemudian kembali dimakan. Dengan kultur orang Indonesia yang cinta kebersihan,
rasanya tagline yang diusung ini memang menarik namun ternyata dapat
mengurangi moral anak Indonesia dalam memperlakukan makanan secara bijak.
Dengan target utama anak anak, iklan ini akan sangat dengan mudah ditirukan
oleh anak anak kecil yang akan membawa dampak kurang baik bagi perkembangan
moral sang anak.
Sumber :
