Nama : Risa Pratiwi
NPM : 16215048
Kelas. : 4EA23
MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL
Studi kasus philips lighting
Profil Philips Lighting
Koninklijke Philips Electronics N.V. (Royal Dutch Philips Electronics Ltd.), biasa dikenal sebagai Philips didirikan pada tahun 1891 ketika Anton dan Gerard Philips mendirikan Philips & Co di Eindhoven, Belanda. Perusahaan ini mulai memproduksi lampu karbon-filamen dan pada pergantian abad, telah menjadi salah satu produsen terbesar di Eropa. Dirangsang oleh revolusi industri di Eropa, laboratorium penelitian pertama Philips mulai memperkenalkan inovasi pertamanya di x-ray dan teknologi radio. Selama bertahun-tahun, daftar penemuan telah berkembang, juga banyak terobosan yang terus memperkaya kehidupan sehari-hari.
Pada bulan September 2007, Philips mengkomunikasikan visi rencana strategis 2010 untuk terus mengembangkan perusahaan dengan target profitabilitas meningkat. Sebagai bagian dari Visi 2010, struktur organisasi disederhanakan per 1 Januari 2008 dengan membentuk tiga sektor: Healthcare, Lighting dan Consumer Product. Posisi ini lebih lanjut menjadi langkah-langkah Philips sebagai market driven company dan customer-centric dengan strategi dan struktur yang sepenuhnya mencerminkan kebutuhan pelanggannya. Philips bertujuan untuk membangun merek terkemuka di bidang Kesehatan dan Kesejahteraan.
Philips Lighting adalah pemimpin global market, yang dikenal ahli dalam pengembangan, manufaktur, dan aplikasi solusi inovasi lighting. Philips Lighting telah menjadi pionir dari banyak terobosan lighting lebih dari 100 tahun yang lalu. Sektor Lighting didedikasikan untuk memperkenalkan solusi end-user-driven dan hemat energi yang inovatif serta aplikasi untuk penerangan, berdasarkan pemahaman kebutuhan pelanggan, baik dalam konteks publik maupun swasta.Misi sektor ini adalah “simply enhance life with light”.
Philips Lighting menangani serangkaian kebutuhan pencahayaan dalam lingkungan rumah, toko, kantor, sekolah, hotel, pabrik, dan rumah sakit), serta luar ruangan (tempat-tempat umum, kawasan perumahan dan arena olah raga). Selain itu juga memenuhi kebutuhan masyarakat di jalan, dengan memberikan pencahayaan yang aman dalam lalu lintas (mobil penerangan dan penerangan jalan). Philips Lighting memberikan pengalaman cahaya-terinspirasi melalui proyek-proyek kecantikan arsitektur kota. Pencahayaan kami juga digunakan untuk aplikasi khusus, termasuk hortikultura, pendinginan dan pencahayaan signage, serta pemanas, udara dan pemurnian air, dan kesehatan. Dengan teknologi pencahayaan yang baru, seperti teknologi LED, dan meningkatnya permintaan solusi energi yang efisien, Philips akan terus membentuk masa depan dengan terobosan aplikasi pencahayaan baru.
Philips merupakan merek global yang menawarkan produk global pula. Berdasarkan hasil studi Young & Rubicam (Y&R) seperti dikutip Warren J. Keegan (2007:83), Philips menduduki posisi ke-14 dalam hal merek global. Sebagai merek global, Philips memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Dipedomani oleh prinsip-prinsip strategi yang sama.
- Memiliki nama, citra, dan pemosisian yang sama.
Penting bagi Philips untuk menentukan visi kreatif dan mempertahankan kesadaran merek (brand awareness). Philips Lighting berhasil menempatkan merek dan produknya dalam pikiran pelanggan sekaligus sebagai merek/produk yang berkualitas dan berteknologi canggih.
Selain memiliki merek yang bersifat tangible, Philips juga khususnya sektor Lighting memiliki merek intangible berupa reputasi/citra sebagai industri lighting pionir dan terkemuka. Sejak didirikan pada tahun 1891, produk pertama Philips ialah bola lampu.
We promise “sense and simplicity”
We design our solutions around the needs of people.
We apply advanced thinking and technology to deliver a better solution.
We ensure our solutions are easy to experience.
Kami menjanjikan “sense and simplicity”, yang terdiri dari 3 pilar sebagai berikut:
– Kami merancang solusi kami di seputar kebutuhan-kebutuhan orang.
– Kami menerapkan pemikiran dan teknologi maju untuk menyampaikan solusi terbaik.
– Kami memastikan solusi kami mudah untuk dilakukan.
1) Kegiatan pemasaran holistik
Untuk membangun ekuitas dan identitas merek, Philips Lighting melakukan kontak merek (brand contact), diantaranya melalui kegiatan-kegiatan berikut ini:
Sponsorship
Philips Lighting mensponsori Fergie, seorang penyanyi yang memenangkan Billboard Music Awards pada tanggal 22 Mei 2011 yang diselenggarakan di Las Vegas, USA. Bekerjasama dengan seorang stylist dan costume designer, Philips Lighting merancang gaun Fergie yang memiliki gabungan estetika antara fashion, musik, lighting, dan teknologi. Gaun itu mencerminkan bagaimana lighting terintegrasi dengan bahan pakaian dan bekerja dalam hentakan musik. Pihak Philips mengatakan bahwa bagi mereka, menciptakan gaun tersebut bukan hanya sekedar untuk nilai estetikanya saja, melainkan untuk memberikan pengalaman dan dampak terhadap viewer, yaitu meningkatkan performa artis melalui aplikasi lighting. Aktivitas sponsorship ini mencerminkan Philips Lighting mampu mewujudkan brand promise-nya.
Komunitas
Philips Lighting membentuk komunitas secara online melalui alamat webnya https://community.lighting.philips.com. Didalamnya terdapat forum diskusi yang membahas berkaitan dengan topik lighting. Selain itu terdapat informasi event, termasuk event pameran yang diselenggarakan Philips Lighting.
Laporan tahunan dan katalog
Katalog produk maupun laporan mengenai aktivitas Philips, termasuk sektor Lighting setiap tahunnya, dipublikasikan melalui web-nya.
Pemasaran yang bertujuan sosial
Melakukan roadshow ke sejumlah 15 kota di 9 negara, mulai dari kota Kairo hingga Cape Town yang dimulai pada bulan Mei sampai dengan Juli 2010. Roadshow tersebut mendemonstrasikan produk solar-powered LED lighting dapat meningkatkan kualitas hidup bagi jutaan orang Afrika. Melalui talkshow tersebut, Philips melakukan diskusi dengan pihak media, stakeholder, industri, LSM, dan beberapa pembuat keputusan kunci di pihak pemerintah setempat.
Aktivitas humas
Philips melakukan beberapa aktivitas humas, diantaranya menerbitkan press release mengenai program-program pemasaran produknya.
2) Mengangkat asosiasi sekunder
Philips Lighting berhasil membangun ekuitas dengan cara menghubungkan merek dengan entitas lain, diantaranya melalui sponsorship merancang gaun Fergie untuk dipergunakan dalam acara dalam Billboard Music Awards maupun melakukan road show ke beberapa kota di beberapa negara, seperti telah disebutkan di atas-berarti Philips Lighting berhasil menghubungkan merek ke dalam ingatan para fansnya Fergie atau viewer yang menyaksikan acara Billboard Music Awards itu, juga kepada pihak-pihak yang dilibatkan dalam forum diskusi ketika melakukan roadshow tersebut.
Pada tahun 1926, lambang Philips terdiri dari simbol gelombang dan bintang yang dikemas dalam katup miniwatt radio. Simbol gelombang tersebut melambangkan gelombang radio, sementara bintang-bintang mewakili eter dari langit malam melalui gelombang radio yang akan melakukan perjalanan.
Untuk membangun konsistensi Philips sebagai perusahaan global, maka pada tahun 1995 Philips memperkenalkan kampanye global pertamanya di tahun 1995 dengan tagline “Let’s make things better”. Tema ini dikemas dalam kata “One Philips” berarti satu pemikiran, serta telah diperpanjang secara global di seluruh pasar dan pada semua produk Philips. Ini juga merupakan kampanye pertama yang membawa perusahaan secara bersama-sama, memberikan karyawan rasa memiliki dan memberikan tampilan perusahaan terpadu untuk pihak-pihak di luar perusahaan.
Pada bulan September 2004, Philips meluncurkan janji merek “sense and simplicity”, yang mencerminkan komitmen Philips menjadi perusahaan yang berorientasi pasar yang menyediakan produk dan jasa yang memenuhi janji dirancang di sekitar pelanggan, mudah dilakukan, dan berteknologi maju.
Berikut ini beberapa tempat terkenal yang diterangi oleh Philips Lighting di Asia Pasifik:
- Jembatan ANZAC di Australia
- Jembatan Nanpu di Cina
- Medan Times Shanghai di Cina
- Jalan Raya Yan’an Shanghai di Cina
- Menara Pengawas Bandara Chek Lap Kok di Hong Kong
- Jembatan Tsing Ma di Hong Kong, Kereta Api Transit Massa (MTR) di Hong Kong
- Jembatan Sungai Dinding di Malaysia
- Istana Maharaja di Coach Behar di India
- Studio Film di India
- Arena Balap Kranji di Singapura
- Revenue House (Wisma Pendapatan) di Singapura
- Patung Raja Rama V dan Istana Dusit di Thailand
- Istana Kerajaan di Thailand.
Sumber :
https://pemasaranglobalm2b.wordpress.com/pemasaran/studi-kasus-pemasaran-global/
