Senin, 16 November 2015

MANUSIA DAN CINTA KASIH

11.       Makna Kasih Sayang

Dalam kamus umum Bahasa Indonesia karangan W. J. S. Purwodarminto, kasih sayang diartikan dengan perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
                Ada berbagai macam bentuk kasih sayang, bentuk itu sesuai dengan kondisi penyayang dan yang disayangi.
                Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagian. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka di dalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
                Dalam kasih sayang ini sadar atau tidak dari masing-masing pihak dituntut tanggunga jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
                Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, akan terancamlah kebahagiaan rumah tangga.
                Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anaknya yang telah dewasa, melainkan bayi yang masih merah pun telah dapat merasakan kasih sayang dari ayah atau ibunya.
Dapat disimpulkan bahwa :
                Kasih sayang dialami oleh setiap manusia, karena kasih sayang merupakan bagian hidup manusia. Sejak lahir anak telah mengenal kasih sayang, meskipun ada pula kelahiran anak tidak diharapkan, namun hal itu termasuk perkecualian. Kelahiran anak yang tidak diharapkan, umumnya bukan lahir karena hasil kasih sayang.
                Kasih sayang yang berlebihan cenderung merupakan pemanjaan. Pemanjaan anak berakibat kurang baik, karena umum nya anak yang dimanjakan menjadi anak yang sombong, pemboros, tidak saleh, dan tidak menghormati orang tua.

22.       Kasih Sayang dalam Keluarga

Bila percintaan pria-wanita di akhiri dengan perkawinan maka di dalam kehidupan berumah tangga, keluarga ini akan menemukan kebahagiaan mereka. Cinta yang semula hanya terbatas antara sepasang muda-mudi, kini berkembang dengan kasih sayang terhadap si Buyung yang mungil. Demikianlah sketsa hidup yang kita harapkan. Selanjutnya marilah kita mengikuti getaran kalbu seorang gadis mulai dari cintanya pada si “dia” sampai pada munculnya si “buyung”. Betulkah gadis ini berhasil menemukan kebahagiaan yang kekal dan menyeluruh?
Zaman sekarang ini banyak orang merasakan bahwa kebahagiaan itu adalah suatu keadaan abstrak yang sulit dicapai. Sebetulnya masih ada banyak jalan untuk menemukan kebahagiaan atau setidak-tidaknya untuk mengurangi pukulan badai kehidupan. Memang seringkali manusia tidak dapat lolos dari kesulitan sosial dan ekonomi. Namun dengan membangun kasih sayang yang erat dalam keluarga maka setidak-tidaknya kita mempunyai suatu tempat damai dan teduh di tengah kemelutnya persoalan hidup. Dalam sajak Pada Suatu Bulan Yang Cerah kita dapati sketsa seorang wanita yang melukiskan kasih sayang seperti tersebut di atas itu dalam kata-kata “ia rumah yang teduh dan aku penghuni yang setia/kami bersatu”. Wanita ini kemudian membangun keluarganya dengan menanamkan kasih sayang yang lebih kokoh lagi.

33.       Makna Kemesraan

Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih yang telah mendalam.
Filsuf Rusia, Salovjev dalam bukunya “MAKNA KASIH” menyatakan “ jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain.
 Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “ Romeo dan Juliet”. Bila di Indonesia kisah Rara Mendut Pranacitra.
Yose Ortega Y Gasset dalam novelnya “On Love” mengatakan “di kedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan objek cintanya Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya”.
Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pecinta tidaklah akan kehilangan pribadinya dalam aliran energi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya, dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri.
Dibawah sorotan pandangan evolusi, cinta menjadi lebih agung lagi, karena ia merupakan daya pemersatu dalam alam semesta, dan kondisi utama yang memungkinkan hidup. Kemampuan mencintai ini memberi nilai pada hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Dari uraian di atas terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu, bila seseorang mengobral cinta, maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri.
Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta.
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Hubungan yang akrab dituangkan dalam bentuk seni misalnya seni pahat, seni patung, seni lukis, seni sastra, dan sebagainya sesuai dengan bakatnya. Dalam seni tari berbagai daerah mengenal bentuk tari kemesraan seperti tari “Karonsih” dari Jawa Tengah, tari “Gatotkaca Gandrung” juga dari Jawa Tengah. Tari “Merak” dari Jawa Barat, dan lain-lain yang biasanya ditarikan dalam resepsi perkawinan.
Dalam seni musik, lagu kemesraan hampir tiap menit kita dengar melalui radio atau alat media elektronika yang lain. Lagu-lagu kemesraan antara lain : “Cinta” ciptaan Rinto Harahap, “Mimpi-mimpi Tinggallah Mimpi” ciptaan Tirto Saputro dan lain-lain
Dapat disimpulkan bahwa :
                                Kemesraan adalah hubungan akrab antara pria-wanita atau suami-istri. Kemesraan merupakan bagian hidup manusia. Di dalam kehidupan manusia terdapat berbagai kasus kemesraan. Kemesraan dapat membangkitkan daya kreatifitas manusia untuk menciptakan atau menikmati seni budaya, seni sastra, seni musik, seni tari, seni lukis, dan sebagainya.
                                Dalam lukisan seni budaya itu mengandung nilai-nilai kehidupan, moral pelakunya, kebobrokan sosial, ketidakadilan, dan sebagainya. Semua itu wajib dikaji para cendekia agar dirinya tidak terkukung dalam bidangnya.

44.       Makna Pemujaan

Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini, dikarenakan pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai, dan makan kehidupan yang sebenarnya. Penyebab hal itu terjadi adalah karena Tuhan pencipta alam semesta. Seperti dalam surat Al-Furqan ayat 59-60 yang menyatakan: “Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian massa, kemudian Dia bertahta di atas singgasana-nya. Dia Maha Pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui”. Selanjutnya ayat 60, “Bila dikatakan kepada mereka, Sujudlah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih”.
a.       Cara pemujaan
b.      Tempat pemujaan
c.       Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan
Dapat disimpulkan bahwa :
                                Pemujaan terhadap Tuhan pada hakikatnya merupakan manifestasi cinta kepada Tuhan. Cinta membangkitkan daya kreatifitas. Pengertian dasar kreatifitas adalah mencipta, menemukan, berkarya, mencari bentuk-bentuk yang dapat mewujudkan hubungan yang misterius. Dalam mencari bentuk-bentuk ini pemujaan dapat berupa : sembahyang sebagai media berkomunikasi, membangun tempat beribadah yang sebaik dan seindah mungkin, mencipta lagu, puisi novel, film, dan sebagainya.

55.       Makna Belas Kasihan

Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta : Pertama, cinta agape ialah cinta manusia kepada Tuhan yang diterangkan pada kegiatan Belajar. Kedua, cinta philia ialah cinta kepada ayah ibu (orang tua) dan saudara. Dan Ketiga, cinta eros/amor ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta eros dan amor ini ialah cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinalar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.

66.       Cinta Kasih Erotis


Dalam cinta kasih persaudaraan merupakan cinta kasih antar orang yang sama dan sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang lemah yang tanpa daya.

Daftar pustaka :

 Prasetya, Joko Tri (2013) ilmu budaya dasar. Jakarta: Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar